Rabu, 02 Maret 2016

Bulan Maret (1) Tantangan Minggu 1 tentang Burung, Presiden, Flasdisk dan Kopi

Bulan Maret (1)

Tantangan Minggu 1 tentang Burung, Presiden, Flasdisk dan Kopi


Peringatan Ulang tahun penikahan kami yang kedelapan ini ingin ku buat berbeda. Kalo sebelumnya setiap kali akan dirayakan dengan membuat masakan beramai-ramai. Lalu makan bersama di kebun belakang. Kali ini aku mengajak Mas Ridi memberikan kejutan untuk si kecil. Mengajak mereka tamasya ke Prigen, Pandaan.

Sejak beberapa hari ini kami berdua mempersiapkan segala sesuatunya secara sembunyi-bunyi. Tiket masuknya lumayan mahal, karena itu untuk kesana kami sengaja tidak memilih saat liburan sekolah. Mas Ridi pun sengaja meminta cuti dikantornya, beruntung pekerjaannya tidak terlalu banyak. Aku pun sudah meminta ijin kepada Bu Suci, guru wali kelasnya Arita. Beliau hanya berpesan agar hari Sabtu nanti jangan lupa mengumpulkan tugas tentang tulisan Presiden Indonesia, untuk mata pelajaran IPS.

Bekal juga sudah kupersiapkan. Apalagi sejak mereka kecil aku membiasakannya untuk terbiasa dengan makanan olahanku sendiri. Ribet dan kewalahan. Tapi saat mereka menyantap dengan lahap, aku sungguh terharu. Untuk tamasya kali ini aku membuat nughet sayuran, ayam pom-pom, kentang goreng. Ada jelly stik dan jeruk peras yang telah aku bekukan sebelumnya. Mereka selalu menyukainya. Ditempatkan dalam wadah-wadah seukuran cup ice cream dan menikmatinya dengan sendok kecil. Minumannya aku siapkan teh hangat, air putih, juga susu. Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah tempat minumnya. Tumbler bergambar burung hantu, warna kuning untuk Areta dan warna merah untuk Marita.
Untuk Mas Ridi kubuatkan kopi hitam kesukaannya. Benar-benar hitam karena hanya kopi hitam dan tanpa gula. Kumasukkan dalam gelas khusus, hadiah ulang tahunnya beberapa waktu yang lalu. Untukku sendiri aku tidak menyiapkan apa-apa. Bagiku asalkan kebutuhan mereka sudah siap untukku tidak penting.

Hari yang ditunggu pun tiba. Sejak pagi Arita sudah kubangunkan. Karena dia sudah pandai berbenah diri kubiarkan dia bersiap. Tentu saja sebelumnya telah aku pilihkan baju yang hendak di pakai tamasya. Benar saja dia pun bertanya.

“Loh Bunda, kok pakai baju bagus? Kita mau kemana? Areta ndak sekolah?” tanyanya.

“Ada kejutan buat kalian berdua, Ayah dan Bunda mau mengajak ke Prigen. Mau kan?” Kataku sambil merapikan bajunya yang miring kiri kanan.

“Hah… Prigen? Naik mobil Bunda? Asyik. Tapi mobil siapa?”

Brrm…brmmm…

“Nah mobilnya udah datang.”

Areta segera berlari keluar. Disana telah ada Mas Ridi dan Pak Jayeng, sopir rental langganan kami.

“Wah, naik mobil Pak Dhe. Asyik. Makasih ayah.”

Niatku membangunkan Marita pelan-pelan, setelah semua persiapan beres. Tetapi rupanya teriakan Areta mengagetkannya. Marita pun menangis.

“Cup, cup sayang… Kita mau jalan-jalan Dedek ikut ndak?”

Mendengar kata jalan-jalan, tangisannya pun terhenti.

“Alan-alan.  Au. Au.” (Jalan, jalan. Mau. mau)

Dengan sigap aku membawanya ke kamar mandi dan memandikan dengan air hangat yang sudah aku siapkan. Dan tak beberapa lama Marita pun siap berpetualang.

Ayah menyiapkan bawaan yang akan diangkut ke mobil, Pak Jayeng menunggu dengan sabar. 
Setelah aku memeriksa tak ada yang ketinggalan, barang-barang pun dimasukkan.
Saat menemani Marita, dia seperti teringat sesuatu. Duduknya tak nyaman. Ada apa gerangan.

“Ebek.. ebek..” Bebek? Memangnya kami mau bawa bebek?

Tapi kali ini Areta lebih sigap. Olala ternyata maksudnya adalah flashdisk yang ada gantungan bebek plastik. Flashdisk itu berisi lagu anak-anak yang selalu diputar setiap aku menemani Marita. Untunglah mobil Pak Jayeng memang bisa menggunakan flashdisk untuk memutar music.
Setelah semua pintu dan jendela di chek. Kami pun siap berangkat. Bismillah, semoga perjalanan hari ini lancar. Amin.

#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol