(Lanjutan kisah sebelumnya, Bunda
menyewa agen D untuk mengawasi gerak gerik Areta di sekolah. Namun, apa yang
mendasari Bunda untuk menyewa agen D? Ini jawabannya.)
Rasa Penasaran Areta
Saat
di sekolah, Areta termenung sendiri sembari menatap abang tukang bakso yang memarkir
dagangannya di luar pagar sekolah. Tak seberapa jauh dari sana sebuah plang
tulisan yang berisi peringatan untuk tidak berjualan di lingkungan sekolah.
Sekolah Areta memang melarang abang-abang berjualan di depan pagar sekolah.
Hanya beberapa penjual saja yang memperoleh ijin untuk berjualan di sekitar
sekolah, salah satunya adalah abang penjual bakso.
Gerobak
baksonya memang unik tidak seperti gerobak pada umumnya. Jika gerobak bakso
didorong yang ini dikemas di atas motor merk “Tossa”. Roda 2 yang dibelakangnya
disambung gerobak. Dihias warna pink dan biru dengan tulisan Friend’s Bakso
dengan warna biru gelap. Aku selalu penasaran ingin mencobanya, apalagi
teman-temanku bilang baksonya unik. Pentolnya aneka bentuk, ada beruang, bentuk
cinta dan entah apalagi. Penasaran memang. Tapi pesan Bunda selalu terngiang,
“Jangan jajan di luar sekolah, kan Bunda bawakan bekal.”
Di
sebelahnya ada penjual es degan dengan tulisan yang cukup besar Degan Cube. Aku
jadi teringat es Kristal yang tengahnya ada bolongannya. Terus degannya diapain
ya? Aduh penasaran. Jangan-jangannya degannya dibentuk kayak es cube. Hmm.
Tak
jauh dari situ juga ada mas burger dengan tagline makanan Amerika rasa Indonesia.
Olala, rupanya itu adalah burger nasi. Rotinya dari nasi yang dibentuk bun,
isinya rendang, ayam kecap, haduh bikin ngiler. Makin penasaran saja bagaimana
rasanya. Bunda sich belum pernah lihat abang-abang yang jualan itu. Pada
higienis, kayaknya hehehe. Sepertinya harus cerita nich sama Bunda biar aku
boleh beli jajan di situ. Nyobain aja. Sapa tau Bunda bisa bikini di rumah,
pasti asyik. Atau aku cerita sama Bunda ya??? Pikir… pikir.
#BerkaryaUntukKeabadian
#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar