Rabu, 16 Maret 2016

#ODOP Episode Areta & Marita (Bersambung)




Duet Sakit gigi (Eposide 1)

                Bangun tidur aku merasakan ngilu di gigi yang sangat mengganggu. Rasanya untuk bicara pun susah. Namun kalo tidak ingat kewajiban membuat sarapan untuk keluarga, mungkin aku memilih bergelung dengan selimut sambil menikmati pelukan gigi yang menyiksa. Akhirnya sambil menahan sakit, aku pun beranjak dari pembaringan. Kulihat suamiku sudah tak ada di pembaringan, sepertinya dia sudah bergelut dengan kekasih barunya, Lepi. Sejak kami menikah, jika dia bangun lebih awal aku sudah hapal. Pastinya dia memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Benar saja, aku melihat dia sudah serius menatap layar lengkap dengan piyamanya.
                Aku melanjutkan aktifitasku seperti biasa. Menyalakan kompor untuk merebus air lalu mulai menanak nasi. Sempat beberapa lama ngilu ini tak terasa. Mungkin karena terlalu serius aku mempersiapkan semuanya. Menu hari ini adalah tumis wortel, buncis, sosis plus pentolnya. Lauk pelengkapnya adalah bandeng goreng tanpa duri. Berhubung suamiku dan anak-anak penggemar bandeng, aku memilih yang tanpa duri. Agak mahal memang tapi sebanding dengan kepuasan saat memakannya.
                Rupanya Areta terbangun mendengar kesibukanku. Dia duduk di kursi pendek atau lazim disebut “dingklik”. Kepalanya masih terantuk-antuk. Nampaknya ia masih mengantuk. Aku membiarkannya sambil mulai mengangkuti masakan yang telah siap. Aroma yang menggoda membuat matanya perlahan terbuka.
                “Bunda, pasti tumis bakso ya? Hmm, nyummy.” Katanya dengan mimic lucu.
                Aku mengangguk.
                “Areta ndak ngantuk? Ini masih belum shubuh kok sayang.”
                “Areta ingin bantu Bunda.”
                Katanya sambil mengerucutkan bibirnya.
                “Iya boleh, kalo Areta mau bantu Bunda. Coba lihat dedek udah bangun belum. Tadi Bunda lupa belum bikinkan susu botol.”
                “Siap kapten.” Katanya sambil mengacungkan tangan kanannya dan menempelkan di pelipis seperti posisi hormat.
                Aku tertawa melihat kekonyolannya. Dan ups, tampaknya gigiku tak terlalu suka dilupakan. Mendadak rasa ngilu datang lagi. Aku meringis menahan sakit.
                “Semoga Marita belum bangun.” Begitu doaku dalam hati.
                Air rebusan sudah mendidih. Aku segera menuangkannya ke dalam gelas besar yang berisi the pahit tanpa gula.
                Sejak dulu sudah menjadi kebiasaan suamiku untuk meminumnya saat pagi sebelum sarapan. Menurutnya meminum teh pahit tanpa gula, dapat menjaga kesehatannya. Ini berbeda denganku. Lebih enak meminum teh manis hangat daripada teh pahit. Tapi karena ddari yang aku baca, minuman ini tidak terlalu bagus untuk anak-anak. Maka aku jarang menyajikannya, kecuali saat di rumah ada acara atau ketika ada tamu.
                Areta datang menghampiri setelah melihat adeknya.
                “Dedek belum bangun Bunda. Tapi waktu kakak ciumi ih malah mewek sambil bilang atit-atit. Gitu.”
                “Lah mana yang sakit?”
                Aku segera beranjak ke kamar. Rupanya rintihan Marita membuat suamiku beranjak. Kulihat dia tengah menenangkan Marita dengan menggendongnya. Tapi Marita Nampak tidak nyaman. Dia menggeliat-geliat membuatku semakin khawatir.
                “Sini biar aku gendong, mas sholat shubuh dulu saja sekalian siap-siap. Sarapan udah tak siapin juga. Minta tolong ya temenin Areta juga.”
                “He…eh” Mereka berdua pun berlalu meninggalkanku dengan Marita.
                “Atit-atit.” Katanya sambil meringis.
                “Mana yang sakit?” Tanyaku sambil menggendong dan membelainya.
                Dia mengelus pipinya yang basah terkena air mata.
                Wah jangan-jangan Marita sakit gigi? Hem, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku akan menghabiskan hariku nanti. Bunda sama anak, berdua sakit gigi. Ya Allah, semoga nanti dia tidak panas. Kalo rewel itu pasti asalkan jangan sampai demam. Semoga saja.
(Bersambung)
#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol