Setiap manusia butuh makan. Ada makanan siap saji ataupun makanan rumahan yang tentu saja adalah hasil buah tangan para ibu yang menyayangi keluarganya....(cie... cie...).
Dalam setiap kesempatan terkadang kita tidak terpikirkan menu apa yang akan kita masak pada hari itu, alhasilnya ketika bertemu dengan "Om Sayur" alias tukang sayur alias "Mlijo" atau apapun di tempat kalian. Langsung laper mata melihat aneka bahan yang entah kapan akan diolah menjadi menu baru.... Hmmm nyummy itu bayangan kita saat merogoh dompet mengeluarkan berlembar-lembar recehan untuk membayar belanjaan kita.
Begitu sampai di rumah, lagi-lagi kita terpana. Aduhai ternyata banyak nian belanjaan yang kita beli. Ujung-ujungnya akan menjadi penghuni baru di dalam "peti es". Hmmmm numpuk lagi kata suami tercinta.
Demi menyelamatkan bahan-bahan masakan ini, kita pun akhirnya menguyel-uyel dalam freezer. Pokoknya masuk dech... Tapi ada juga yang harus dipikirkan. Setiap tempat dalam kukas memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Biarlah dia bekerja sebagaimana mestinya.
Tak perlu berpanjang kata lagi. Diantara semua bahan yang paling urgent agdalah dari golongan lauk-pauk dan sayuran. Namun kali ini saya akan memberi tips bagaimana menghadapi makanan dari bahan lauk pauk ini.
Simak terus ya....
1. Pisahkan terlebih dahulu bahan makanan ini seperti ikan dengan jenisnya, kumpulan para daging, atau ayam dan bagian tubuhnya
2. Untuk jenis ikan, sebelum disimpan terlebih dahulu cuci dengan bersih. Bersihkan sisiknya, keluarkan insangnya dan isi perutnya dan potong sesuai selera
3. Untuk jenis ayam, bersihkan bulu yang mungkin masih tersisa. Keluarkan jerohannya seperti ampela, hati, jantung dll. Jika suka tempatkan ditempat lain atau jika tidak suka boleh dibuang. Potong perbagian tepat di sendi-sendinya agar mudah memotongnya. Masukkan dalam kantong sesuai kebutuhan atau porsi sekali masak
4. Untuk jenis daging, jika daging tersedia dalam jumlah yang besar. Maka potong menjadi ukuran kecil atau sesuai kebutuhan dan masukkan dalam plastik untuk sekali masak. Hal ini dimaksudkan agar daging tidak keluar masuk kulkas berkali-kali.
Kenapa Begitu???
- Jenis lauk-pauk yang dicampur menyimpannya akan mengakibatkan mudah terkena bakteri. Apalagi jika bahan makanan tersebut tidak dicuci terlebih dahulu. Mikroba akan mudah sekali hinggap.
- Jerohan ikan atau ayam jika tidak dikeluarkan dari tubuh ikan atau pun ayam merupakan sumber bakteri. Kecuali pada ayam, jika dicuci masih bisa dikonsumsi jika suka. Jika tidak pun bisa di buang karena dalam jerohan banyak terdapat kolesterol dan penyebab asam urat.
- Makanan sebaiknya disimpan dalam porsi sekali masak. Hal ini dikarenakan makanan yang masuk ke freezer dan dalam kondisi beku memerlukan waktu untuk meleleh. Pada waktu inilah bakteri akan cepat tumbuh. Karena itu jika makanan ditempatkan hanya untuk satu porsi masakan maka akan dapat meminimalisir mikroba yang mungkin tumbuh di makanan yang tersisa.
Lalu ada yang penting dan harus diingat saat Mencairkan
Makanan Beku....
Jangan
pernah mencairkan makanan beku dengan membiarkannya pada suhu ruang atau
merendamnya dengan air panas karena kuman justru dapat tumbuh dengan cepat pada
kondisi tersebut
Solusi:
Memindahkannya pada bagian rak kulkas kita semalam sebelumnya.
Biasanya makanan beku akan meleleh sempurna jika disimpan dalam rak
selama semalaman. Jangan lupa untuk memberi alas pada makanan tersebut agar air
lelehannya tidak mengotori kulkas anda.
Semoga tips ini bermanfaat... Salam Memasak....