Senin, 29 Februari 2016

Areta & Marita (Episode yang telah lama terlupakan) Tantangan ODOP (3)

Tantangan ODOP (3)

Membuat analogi

Areta & Marita
(Episode yang telah lama terlupakan)

Selalu ada saja yang ingin kutulis melihat tingkah polah dua peri kecilku ini. Namun entah, aku selalu merasa kehabisan waktu. Saat bersama mereka, waktu berlalu begitu cepat. Tapi kali ini aku tak akan membiarkan waktu meninggalkanku. Kebersamaan bersama buah hatiku adalah impianku sejak dulu saat kami belum menikah.

Dalam bayanganku, aku akan merawat anak-anakku dan membesarkannya sendiri. Benar-benar sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi tentu saja suamiku harus selalu ada bersamaku.
Aku bersyukur mendapat suami yang pengertian. Dia mengerti kerepotanku saat Marita mengganggu Areta yang sedang belajar atau keusilan Areta menyembunyikan mainan adiknya. Dia tidak marah karena saat itulah aku akan mengacuhkan dia. Bukan, bukan aku sengaja. Hanya saja aku tidak ingin periku yang cantik, salah satunya akan terluka.

Areta memang sudah bersekolah, tetapi dia masih membutuhkan aku untuk menemaninya belajar. Adapun Marita, masih terlalu kecil jika kubiarkan tidur sendirian di kamar tanpa kutemani. Aku tak mau nyamuk-nyamuk nakal itu menyisakan ruam-ruam di kulitnya yang lembut.

Seperti hari ini, Areta pulang sekolah dengan tubuh lunglai tak bertenaga. Lagaknya seperti bunga yang lama tidak disiram. Layu sungguh tidak menarik. Aku diam saja sambil mengajak Marita bernyanyi Pelangi. Setelah meletakkan tas dan mengganti bajunya, Areta menghampiriku.

“Bunda, kenapa sich Allah itu menciptakan banjir?” tanyanya dengan muka ditekuk.

Aku kaget dengan pertanyaan itu. Bagaimana mungkin anak kelas 2 SD sampai berpikiran seperti itu? Tampaknya ada sesuatu di sekolahnya yang menggelitik pikiran peri kecilku ini.

“Areta kenapa Tanya seperti itu? Tadi di sekolah banjir?”

“Bukan Bunda. Tadi ada pelajaran IPA. Bu guru ngasih liat gambar orang-orang yang rumahnya kebanjiran. Areta kasihan, kalo banjir tidurnya dimana? Rumahnya aja tenggelam ndak kelihatan. Mau makan ga ada meja makannya, kan susah Bunda.”

“Oh jadi karena itu. Tadi Ibu guru menjelaskan ke Areta seperti apa?”

“Kata Bu Guru, banjir itu karena kita membuang sampah sembarangan. Terus ada hujan deraaaas banget. Akhirnya selokannya penuh makanya banjir.”

“Berarti dari cerita Areta tadi, yang salah siapa?”

“Manusia.” Jawabnya polos.

“Manusianya kan? Itu artinya pertanyaan nya bukan kenapa Allah menciptakan banjir, tetapi kenapa manusia membuang sampah sembarangan sehingga saat hujan bisa terjadi banjir. Allah menciptakan hujan juga ada maksudnya.”

“Biar tanaman bisa minum ya Bunda?”

“Nah tuh pinter anaknya Bunda. Hujan itu adalah rejeki yang diberikan Allah kepada semua makhluk. Nah banjir itu adalah salah satu akibat karena kelalaian manusia. Sudah paham sayang?”

“Iya Bunda. Makasih ya. Berarti kalo waktu hujan, Areta maen hujan-hujanan boleh ya? Kan biar dapet rejekinya Allah?”

“Wah ternyata ada maunya ya?” kataku sambil menggelitik Areta.

Marita yang melihat ku menggelitik kakaknya segera ikut menyerbu.
 
#BerkaryaUntukKeabadian
#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (Hutang Februari)


Demam Berdarah??? Siapa takut. Ini solusinya. Tantangan ODOP (2)

Tantangan ODOP (2)

Menulis topic yang sedang in

Demam Berdarah??? Siapa takut. Ini solusinya.

Ada kabar dari sekolah kakak, salah seorang temannya tidak masuk sekolah karena terserang demam berdarah. Hatiku sedih. Aku tidak bisa membayangkan jika salah satu dari buah hatiku terserang penyakit itu. Akhirnya setelah Areta berangkat dan perjuangan menidurkan Marita, aku pun mulai beroperasi.

Kaleng-kaleng susu yang bertumpuk dan belum sempat kubereskan segera kusingkirkan. Bak mandi yang baru saja ku kuras pun tak luput dari sasaranku. Tempat penampungan air sudah kupatikan agar tutupnya tak bergeser. Hmmm apalagi ya? Aku baru ingat ada beberapa baju di belakang pintu yang belum sempat aku cuci. Pastinya harus segera diamankan. Kuambil sapu dan aku pun beraksi.
Sejenak aku mampir melihat Marita di kamar, tidurnya sangat nyenyak. Tak lupa kupastikan obat nyamuk elektriknya masih menyala. Sebenarnya aku tidak terlalu suka baunya tetapi mengingat bahaya demam berdarah aku pun menyingkirkan rasa tak nyaman itu. Lain waktu aku harus mencari cara bagaimana bisa menyingkirkan nyamuk-nyamuk itu dengan cara yang alami. Untuk saat ini bolehlah.

Akhirnya, pekerjaanku pun selesai. Kaleng bekas susu Marita bertumpuk disudut. Sebenarnya aku sayang untuk membuangnya, karena selalu ada mainan yang mungkin bisa kubuat untuk membuat Marita bersemangat bermain. Bak mandi pun sudah bersih dan wangi. Tempat penampungan air pun sudah aman. Baju kotor sudah mampir di mesin cuci. Sampah di dapur pun sudah kubuang. Jangan sampai ada celah buat si Aedes.

Pada intinya untuk berperang melawan Aedes ada 3 hal yang harus kita perhatikan, yaitu 3M.
1.       Menguras Bak mandi
2.       Menutup tempat penampungan air
3.       Mengubur

Menjaga jangan sampai buah hati kita terkena demam berdarah itu sangat penting apalagi cuaca saat ini tidak menentu. Jangan lupa selalu memberikan vitamin secara rutin agar buah hati kita bisa tetap beraktifitas dan tidak gampang sakit.

Semoga sedikit informasi ini bermanfaat agar kita tidak lengah dalam memberantas nyamuk demam berdarah.

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (Hutang Februari)





Tips Keren Seputar Dapur (4) Letupan Manja Si Merah Menyala

   Tips Keren Seputar Dapur (4)
Letupan Manja Si Merah Menyala

Siapa yang tak doyan cabe?

Hampir semuanya menjawab suka. Mau dimakan pake gorengan langsung “ceplus” atau di uleg bersama rombongannya menjadi keluarga sambal. Ada beberapa resep sambal yang meminta keluarganya mandi dulu sebelum diolah. Maksudnya digoreng dulu. Cuma yang bikin enggan adalah letupan-letupan manja yang lumayan bikin tersentak. Kalo ndak mampir di wajah itu baru rejeki. 

Tapi jangan karena itu lalu kita batal untuk meracik keluarga sambal. Di dapur, semua selalu ada solusinya.

Saat hendak menggoreng cabe, jangan lupakan ritual sederhana yang ternyata cukup mampu meredakan letupan manjanya.

Jadi setelah dicuci bersih, cabe yang akan digoreng terlebih dahulu dilukai atau disayat sedikit bagian tubuhnya. Bisa menggunakan pisau atai ada juga yang memilih menusuk-nusuk dengan tusuk sate. Keduanya fungsinya sama. Perlukaan di tubuh cabe akan membuat cabe diam tak berkutik. 

InsyaAllah.

Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi, jadi terjamin karena sudah teruji.
Jangan pernah kapok untuk membuat aneka sambal ya. Meskipun pedas tapi mampu membuat nasi sebakul pindah posisi. Selamat Menikmati.

#BerkaryaUntukKeabadian
#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (hutang)

Tips Keren Seputar Dapur (3) Tentang Telur (2) Agar tidak tertipu lagi

Tips Keren Seputar Dapur (3)
Tentang Telur (2) Agar tidak tertipu lagi

Jengkel kan saat mau bikin telur dadar atau kue ternyata telur yang kita gunakan sudah tidak segar lagi alias busuk. Untung kalo misalnya belum tercampur sama bumbu atau bahan lainnya. Kalau sudah terlanjur? Sayangkan jadi nya.

Mood yang senang jadi berubah dech. Tapi bukan berarti kesedihan harus berlarut-larut yach. Masih ada satu lagi yang bisa dilakukan.

Tara… satu lagi keajaiban di dapur. Selalu ada tips dan trik untuk mengatasi setiap hambatan yang dihadapi. Apakah itu?

Sebelum mengolah telur menjadi telur rebus, bahan pelengkap kue dan lain-lain. Kita harus memastikan dulu bahwa telur yang akan kita masak itu dalam kondisi baik. Caranya mudah kok.

1.       Siapkan wadah berisi air.
2.       Letakkan telur kedalam wadah tersebut. Jika telur dalam posisi terapung maka sudah dipastikan telur sudah tidak segar.
3.       Telur yang baik akan tenggelam saat dimasukkan ke  dalam air.
Mudah bukan, tapi telur terapung jangn langsung dibuang ya. Telurnya dipecahkan saja di piring. Kalo masih layak untuk dikonsumsi masih oke buat bikin telur dadar. Asalkan tidak berbau busuk. Yang terpenting adalah memastikan bahwa telur yang akan dikonsumsi masih bagus kondisinya.


#BerkaryaUntukKeabadian
#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (hutang)



Tips Keren Seputar Dapur (2) Tentang Telur (1) Membuatnya tak lagi boncel

     Tips Keren Seputar Dapur (2)
Tentang Telur (1) Membuatnya tak lagi boncel

Pernah tidak saat ada acara makan-makan prasmanan kita menemukan hidangan telur balado? Pasti pernah kan? Saat menikmatinya benar-benar nikmat, rasa pedas nya benar-benar menggoyang lidah. Tapi pernah juga kah kita menemukan kalo telur kupasan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Memang tidak semuanya tapi selalu ada saja beberapa bagian yang terluka alias boncel-boncel. Pemandangan seperti itu tentu tidak menarik. Tapi ternyata untuk menghasilkan telur yang mulus pun ada triknya.
Eits tapi sebelum beranjak lebih jauh, telur yang dibahas ini telur ayam loh ya, bukan telur puyuh. Karena perlakuannya nanti berbeda. Bedanya apa? Nanti di ulasan yang selanjutnya akan dibahas aneka telur dan saudaranya.
Kembali ke persoalan telur yang boncel, ternyata begini tipsnya.
Untuk merebus telur, langkah-langkahnya:
1.                            Siapkan panci untuk merebus dengan air secukupnya.
2.                            Tambahkan garam kasar secukupnya. Penambahan garam dimaksudkan agar telur yang direbus memiliki rasa yang gurih dan tidak hambar.
3.                            Masukkan telur satu per satu secara perlahan. Perhatikan kapasitas panci, jangan sampai terlalu penuh telurnya. Dikhawatirkan saat air mendidih, telur akan berbenturan dan pecah.
4.                            Nyalakan kompor.
5.                            Tutup panci. Panci yang ditutup akan lebih cepat mendidih.
6.                            Ketika terdengar air mulai mendidih dan bergolak, buka tutup panci lalu kecilkan nyala apinya.
7.                            Biarkan selama beberapa menit. Hal ini dimaksudkan agar pematangannya bisa sempurna. Jangan terlalu lama karena telur akan menjadi liat.
8.                            Jika telur akan digunakan untuk memasak dengan tanpa kulit, maka siapkan baskom yang berisi penuh es batu. (ini Rahasianya)
9.                            Begitu wadah es telah siap, angkat telur satu persatu dan letakkan dalam wadah es. Biarkan sampai terdengar suara retakan.
10.                        Pletak, itu tandanya telur sudah bersedia untuk dikupas. Hati-hati ya, namanya juga telur baru di rebus. Meskipun ditempatkan di wadah es tapi masih ada hawa panasnyanya juga.
Selanjutnya selamat memasak telur kupas sesuai dengan selera anda. Semoga tips ini semakin membuat kita betah untuk berkreasi di dapaur. Selamat memasak.

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (hutang)





Tips Keren Seputar Dapur (1)

Tips Keren Seputar Dapur (1)
Kewedangen….?

Memasak adalah sesuatu hal yang menyenangkan tapi tentu tidak untuk semua orang. Ada yang menganggap itu sebagai beban begitu pula sebaliknya. Tapi inilah seninya memasak. Terutama untuk mereka yang mencintai memasak.
Sehari tidak memasak rasanya seperti bertahun-tahun tak bertemu kekasih. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di dapur. Tak hanya membuat kue atau masakan tapi ada banyak keajaiban yang bisa ditemui disana.
Suatu kali saat masih kecil, aku melihat ibu mengupas cabe merah. Warnanya begitu menarik, merah menyala. Rasa ingin tahu ku muncul. Spontan tangan mungilku mengambil dan mulai mengeluarkan bijinya satu persatu, sama seperti yang ibu lakukan. Waktu itu beliau sedang pergi sebentar mengambil bumbu lain yang berada di dalam kulkas. Memang asyik, tapi tak lama kemudian tanganku seperti berasap. Wuah panas…. Panas…
Ibu yang mendengar pun segera beranjak menghampiri, mungkin mau marah tapi melihat aku menangis sambil meniup tanganku. Ibu lalu segera bertindak, seperti tahu kelakuanku. Tangannya segera melumuri jemariku dengan cairan bening yang akhirnya aku tahu itu adalah minyak goring dan kemudian mengajakku ke tempat cuci piring dan menyabunnya hingga bersih.
Ajaib, rasa panas itu mendadak berkurang. Oalah, itu rupanya rahasianya.
Kalo tangan terasa panas saat meracik bumbu (membuat sambal, mengupas bawang dan lain-lain) maka cara untuk mengatasinya adalah dengan melumuri tangan dengan minyak goreng lalu sabun sampai berbusa. InsyaAllah, akan berkurang dan hilang rasa panasnya.
Jangan pernah kapok untuk memasak di dapur ya…

#BerkaryaUntukKeabadian
#OneDayOnePost #MenulisSetiapHari


Selasa, 16 Februari 2016

#ODOP #Februari #Membara #Hutang hari kesepuluh #Nyanyian dikala hujan dan pikiran ingin sarapan (plus-plus)

Nyanyian dikala hujan dan pikiran ingin sarapan (plus-plus)


Pagi-pagi disambut hujan
Cuaca jadi terasa dingin
Hendak bangun rasanya enggan
Apa daya sudah ada kewajiban
Siapkan makanan untuk sarapan
Pikir-pikir mending buka resep masakan

Lembar per lembar tak ada yang menarik
Sebuah resep bikin mata melirik
Oh rupanya masakan itu yang bikin aku tertarik


Saat cuaca terasa dingin, ide aneh terkadang muncul. Puisi pendek juga tercipta akhirnya. Padahal sembari menunggu hujan reda, perut sudah teriak-teriak minta diisi. Apadanya rasa malas lebih berat ketimbang rasa lapar yang mendera. Untungnya ada buku resep bisa jadi pilihan alternatif.

Akhirnya malah keasyikan lihat aneka makanan yang bikin lidah bergoyang. Ujung-ujungnya goreng ikan asin plus sambel trasi. Wuah mantap ya. 

Tapi ada yang beda lho kalo untuk menyajikan ikan asin. Ini tips nya biar rasanya lebih mantap. Apaann ya?

Saat mau menggoreng ikan asin terlebih dahulu rendam dalam larutan garam, yaitu air yang ditambah beberapa sendok garam. Fungsinya adalah untuk mengurangi kandungan pengawet yang mungkin ada dalam ikan asin. Selain itu ikan yang sudah di rendam, rasa asinnya jadi berkurang. So, lebih mantap rasanya.

Oh ya, gimana kita tahu ikan itu banyak pengawetnya atau tidak....

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa ciri ikan berpengawet
1. Ikan yang banyak pengawetnya menyisakan rasa tidak nyaman di langit-langit mulut.
2. Aromanya tajam dan sedik aneh
3. Tidak ada bekas ulat atau lubang-lubang. Biasanya ikan yang berpengawet tidak disukai binatang, seperti kucing, lalat, semut.


(Tulisan ngelantur karena lapar, saat hujan turun)

#ODOP #Februari #Membara #Hutang hari kesembilan #Ada Makna di setiap Penciptaan

Ada Makna di setiap Penciptaan

“Penciptaan makhluk di dunia ini bukanlah tanpa maksud. Bahkan seekor nyamuk pun bisa memberi rezeki bagi orang lain”

Ngung…ngung. Plak apa yang kita lakukan?

Nyamuk suka menggigit kita, tidak peduli saat terjaga ataupun terlelap. Saat mendengar makhluk satu ini berdengung tanpa pikir panjang, tangan kita pun mulai beraksi. Suka jengkel, sebel dengar ocehan myamuk yang lagi bernyanyi. Ingin menutup kuping, eh malah nyamuknya menggigit. Seolah dia tak mau diacuhkan.

Tapi kalo dipikir-pikir, buat apa sich Allah menciptakan nyamuk? (Pertanyaan anak TK yang tiap malam ngomel-ngomel ga bisa tidur gara-gara nyamuk)…
Ini sich jawaban saya yang mencoba mencari jawaban dari sudut pandang yang lain.

1.       Segi Agama
2.       Segi Ekonomi
3.       Segi Kesehatan
4.       Segi kepedulian

Kupas tuntas yuk, ada apa sich dengan nyamuk ini.

1.       Segi agama. Kebanyakan nyamuk menggigit saat kita terlelap, terbuai dalam mimpi hingga tidak tau waktu berdetak sampai mana. Kalo lagi terjaga sich ndak masalah, tinggal plak, kalo kena ya mati nyamuknya, kalo ga kena ya bentol-bentol. Nah kalo nyamuknya gigit pas jam malem bisa jadi nyamuk ini digunakan Allah sebagai perantara untuk mengingatkan kita Qiyamul lail. Bisa juga mengingatkan kita untuk bangun shubuh. Coba bayangkan kalo tidak ada nyamuk, tidur di kasur empuk, pake selimut hangat, Ac dinyalain full. Brr, kayaknya merem lebih nyaman. Lalu tiba-tiba, nyamuk tanpa permisi nyelonong. Kaget ga? Bangun ga? Meskipun sambil ngumpat-ngumpat tak urung kita ngelirik jam. Syukur-syukur kita ingat waktu, milih bangun dan tahajjud daripada narik selimut dan merem lagi. Tapi ya itu sich penilaian saya pribadi.

2.       Ngung… ngung, ada nyamuk berdengung. Pertama kali yang terlintas apa? Obat nyamuk kan? Entah bakar, elektrik, ataupun semprot (meskipun semuanya memang tidak disarankan bagi kesehatan) langsung kita ambil dan aplikasikan. Berarti keberadaan nyamuk memberi nilai ekonomis juga. Membuat para ahli berpikir bagaimana cara berperang denga nyamuk, membuat sekian ribu orang bisa memberi makan keluarganya, dan jangan lupa warung-warung kecil dipinggir jalan tetap bisa membuat dapur mereka mengebul. Itu semua karena nyamuk

3.       Nyamuk memang menjengkelkan, terutama yang bisa menyebabkan demam berdarah, malaria, dan yang terbaru virus Zika. Tapi ada sisi positifnya. Kegemparan bahaya nyamuk, membuat kita menjadi lebih waspada agar jangan sampai yang terkasih menderita sakit. Lingkungan rumah kita bersihkan, jentik-jentik kita basmi, dan jangan sampai ada air yang tergenang. Jadi nyamuk juga mengingakan kita untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan

4.       Kok ada segi kepedulian? Kalo ini lebih dari pengalaman para ibu kali ya. Saat sedang bersama si kecil, mana tega kita membiarkan ada setitik merah menghiasi kulitnya. Pastinya kita rela begadang semalaman, biar ga jadi korban si nyamuk. Belum lagi kalo tidurnya jadi tidak nyenyak karena dengungan ataupun gigitan. Mana tahan. Inilah poin yang membuat sang ibu jadi lebih peduli dengan buah hatinya.

Tuh kan? Tidak selamanya nyamuk itu merugikan, selalu ada saja sisi positifnya. Hal ini tergantung bagaimana kita menyikapi setiap perasalahan yang kita hadapi.


#ODOP #Februari #Membara #Karya Mbak Dwi Andayani (Episode 3)

Karya Mbak Dwi Andayani (Episode 3)

Ilmu itu ternyata memang bisa kita peroleh, bahkan terkadang dari orang yang sebelumnya sama sekali tidak kita kenal. Masih seputar bedah karya ODOP. Berikut sedikit saya sertakan revisi yang disarankan oleh Bang Syaiha terkait karya yang dibahas.

1.       Tentang pemilihan kata pada paragraph
Mbak Dwi
a.    Di Surabaya ini aku dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki karakter dengan pekerjaan yang berbeda. Dan pastinya caraku menyikapi mereka juga berbeda. Berbeda cara menyikapi bukan bermaksud membeda-bedakan tapi ini untuk interaksinya yang berbeda antara aku dengan mahasiswa, pejabat, dan lain-lain. Di sini saya berbicara dengan petugas kebersihan, penjual gorengan, penjual nasi kuninng, penjual es, penjual mie, dan penjual makanan lainnya.

Bang Syaiha
b.      Di tempatku tinggal, Surabaya, ada banyak orang yang memberikanku pelajaran berharga. Orang itu bisa darimana saja. Ada peugas kebersihan, penjual gorengan, pedagang nasi kuning, penjaja es keliling, dan sebagainya. Selain memiliki pekerjaan yang tidak sama, karakter mereka juga berbeda. Sehingga, mau tidak mau, aku pun harus bisa menempatkan diri, bagaimana melakukan komunikasi pada semuanya.

Perbaikan:
Di atas terdapat dua tulisan, a dan b. Tulisan a adalah karya orisinil penulis, sedangkan tulisan b adalah revisi atau tulisan yang disarankan. Ada beberapa poin yang bisa kita ambil, antara lain:
Perlu diperhatikan pilihan katanya. Penggunaan kata ‘berbeda” yang berulang-ulang terasa kurang nyaman saat dibaca. Alangkah baiknya jika dipilih kata lain yang memiliki makna sama dengan ‘berbeda’.
·         Berbeda = tidak sama = berlainan
·         Penjual = penjaja = pedagang

2.       Agar tulisan (terutama karya fiksi) lebih mudah untuk dipahami pembaca, kita harus memperhatikan penokohan. Dari tokoh kita bisa membuat pembaca merasa terlibat atau tidak terlibat.  Tokoh dalam cerita fiksi terkadang dapat memberi kita pelajaran hidup. 

Berikut adalah contoh peranan tokoh pemberi pelajaran hidup

Sebut saja namanya Poniyem, beliau adalah penjual gorengan yang sering nangkring di depan tempat ku tinggal. Jika diperhatikan, usianya pasti sudah mencapai kepala lima. Umurnya yang tentu tdak bisa ladi dibilang muda. Lihat saja, satu dua rambutnya sudah memutih, kulit wajahnya sudah mengeriput, dan salah satu giginya sudah ada yang tanggal. Pertanda beliau sudah renta.


Setiap kali melihatnya, bapak itu selalu mengenakan pakaian berwarna orange. Berdiri di pinggir jalan dengan sapu lidi ynag sudah ada tangkainya, membersihkan sampah, dan kotoran yang berserakan. Ia tidak pernah lelah melakukan pekerjaan iitu seharian. Pernah ku tanyakan padanya mengapa bisa demikian antusian membersihkan jalan, ia bilang, “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi mbak?”


#ODOP #Februari #Membara #Karya Mbak Dwi Andayani (Episode 2)

Karya Mbak Dwi Andayani (Episode 2)

“Biar suatu saat nanti tulisanku itu jadi sejarah ya, Bang. Bahwa sejatinya penulis itu memiliki banyak kesalahan. Dia belajar dari kesalahannya tersebut”.

Itu adalah kalimat dari Mbak Dwi yang sempat saya kutip. Sebuah kalimat sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Anak kecil saja untuk bisa berjalan dan berlari perlu puluhan, ratusan dan entah berapa kali dia harus terjatuh. Seperti juga seorang penulis. Untuk bisa menghasilkan karya yang bagus, perlu berlatih dan berlatih. Perlu menyiapkan diri dengan adanya penolakan dari penerbit, perlu siap bathin ketika dia memilih menjadikan tulisan sebagai pekerjaan.
Tapi menjadi penulis, bukan berarti dia tidak bisa memiliki pekerjaan lain. Ada banyak di luaran sana seorang dokter sekaligus penulis, seorang guru tapi bukunya best seller, dan banyak profesi lainnya. Pada intinya setiap pekerjaan adalah baik selama itu masih dikategorikan halal dan tidak merugikan orang lain.

Pernah saya mendengar sebuah pengajian yang sampai sekarang sering saya jadikan pegangan. Kurang lebih isinya seperti ini.

“Celakalah bagi mereka yang tidak memiliki manfaat bagi orang lain”.

Bahkan agar pesannya bisa diterima pendengar, sang ulama sampai mengibaratkan dengan tanaman.
JIka kita memiliki pohon yang sudah berumur, namun tidak memiliki buah maka apa yang kita lakukan? Tentu kita akan menebangnya, dan menggantinya dengan pohon yang baru. Begitu juga dengan manusia, ibaratnya ketika kita tidak bisa memberikan manfaat bagi orang lain maka orang lain pun tidak akan menyadari keberadaan kita. Ada ataupun tiadanya kita tidak memberi pengaruh bagi orang lain. Naudzubillah, jangan sampai kita masuk dalam golongan orang-orang tersebut.

Amin.

Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat bagi orang lain. Dan mengingatkan kita untuk melakukan hal yang bermanfaat .

                                                                                                                                                    

#ODOP #Februari #Membara

Bedah karya tanggal 26 Januari 2016

Karya Mbak Dwi Andayani (Episode 1)

Baru kepikiran untuk menulis hasil bedah karya beberapa waktu yang lalu. Mungkin teman-teman juga ada yang belum sempat ngikutin apalagi melahap sekian ilmu mantap dari Bang Syaiha dan teman-teman ODOP

Karya pertama yang dibedah adalah tulisan dari Mbak Dwi Andayani. Saya masih ingat sekilas tentang tulisan beliau, tentang aneka profesi yang ada di lingkungan Mbak Dwi di Surabaya.
Yuk kita simak apa aja sich yang dibedah.
Beberapa point penting yang berhasil saya tangkap antara lain:

1.       Penampilan
2.       Teliti
3.       Konsisten
4.       Sumber tulisan
5.       Banyak membaca

Sekarang mari kita bahas satu per satu.
1.       Penampilan bukan hanya tentang pakaian yang kita kenakan, tapi tampilan blog atau web yang kita miliki. Menyenangkan ketika kita bisa membaca tulisan berupa informasi ataupun cerita jika tampilannya ramah. Maksudnya adalah jika tulisan, backgroundnya mendukung dan tidak menyilaukan mata ataupun membuat mata kita sakit

2.       Teliti bukan hanya saat memeriksa nota saat belanja, tetapi teliti juga saat membuat tulisan. Penting bagi penulis untuk memperhatikan kesalahan ketik, tanda baca (tanda hubung, kata depan, dan lain-lain)

3.       Membuat tulisan itu harus konsisten. Misalnya dalam sebuah tulisan kita menggunakan kata “aku” maka seterusnya kata inilah yang dipakai. Jangan sampai berubah

4.       Tulisan bukan hanya berasal dari satu buah pikiran, terkadang kita membutuhkan tambahan informasi dari sumber yang lain. Maka jangan pernah lupa untuk mencantukan dari mana informasi tersebut kita peroleh

5.       Agar tulisan lebih indah, bervariasi dan tidak monoton, kita juga harus menambah perbendaharaan kata kita dengan membaca. Memiliki penulis sebagai idola itu juga diperbolehkan. Idola seorang penulis akan membantu kita menambah wawasan tentang teknik menulis, tentang pilihan kata yang baik, juga membuat kita lebih pandai dalam mengolah kata. Lambat laun kita akhirnya akan menemukan bagaimana tipe tulisan kita

Banyak ilmu yang kita dapat dari mempelajari karya orang lain. Tujuannya juga agar kita bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Berkarya dengan tulisan akan membuat kita tetap hidup. Tulisan ini berdasarkan rangkuman yang kemudian saya kembangkan berdasarkan informasi yang ada.

Semoga bermanfaat.
Berkarya untuk keabadian. Salam ODOP



#ODOP #Februari #Membara #Hutang hari kedelapan

 Akibat disepelekan orang lain.


“Ah bikin kayak gitu sich gampang” atau “Masak gitu aja gak bisa, emang bisanya apaan? ”
Setiap dari kita pasti pernah mendengar kata-kata itu ditujukan pada diri kita sendiri ataupun untuk orang lain. Ada rasa jengkel setiap kali mendengarnya. Kenapa bisa begitu?

Sudah kodratnya manusia tidak suka disepelekan. Manusia atau bahkan makhluk lainnya memiliki kecenderungan untuk dipuji. Saat manusia berhasil memperoleh pencapaian dalam hidupnya, dia akan merasa bangga apalagi jika mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain. Seperti juga binatang yang juga merasa senang saat bisa melakukan permintaan majikannya. Tak jarang makanan kesukaan ataupun gelitik diberikan sebagai bentuk penghargaan.

Namun bagaimana jika bukan sanjungan yang diterima, tetapi pernyataan menyepelekan. Apa yang akan kita lakukan?

Pertama, jelas kita akan merasa sedih. Sedih karena dianggap tidak mampu melakukan sesuatu hal yang bagi orang lain adalah hal yang mudah

Kedua, jika kita bisa berpikir jernih, maka pernyataan menyepelekan itu adalah lecutan semangat yang justru harus membuat kita lebih baik lagi 

Ketiga, mulai introspeksi tentang keadaan diri. Menimbang baik dan buruknya pernyataan itu. Jika yang disampaikan memang sebuah kritik pedas yang membangun, apa salahnya untuk diterapkan.
Tetapi jika itu hanya omongan orang iseng ga penting yang hanya ingin membuat kita jatuh, maka lupakan. Buang aja ke laut (ups) kembali ke point 2. Anggap itu sebagai lecutan semangat

Keempat, tunjukkan bahwa kita mampu melakukan yang terbaik. Maka kegiatan apapun yang kita lakukan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Empat poin penting (bagi saya) dapat dijadikan sebagai masukan saat kita menghadapi pendapat orang lain yang dimaksudkan untuk meruntuhkan semangat kita. Semoga setelah ini kita bisa berkarya lebih baik lagi. Jangan pernah menutup diri dari masukan atau kritikan orang lain, karena itu semua terjadi sebagai wujud perhatian yang diberikan mereka kepada kita. Jadikanlah sebagai lecutan untuk maju dan berkarya.

Berkarya untuk keabadian.


Rabu, 10 Februari 2016

#ODOP #Februari #Membara7 Semut dan motor butut

Hari ini cuaca tak bersahabat, hujan mengguyur sedari pagi. Aku bukan orang kantoran atau orang yang hanya ada di belakang kemudi. Motor butut ini yang setia menemani kemana pun aku pergi. Sementara tumpukan paket menatapku ingin segera berjumpa dengan tuannya. Huff, kalo ada pekerjaan lain. Aku tak akan memilih jadi penyambung pesan orang. 

Bekerja sebagai kurir bukan hal yang mudah. Ada saja yang dikirim oleh klienku. Kapan hari ada yang minta untuk mengirimkan sebuah box yang sangat besar, buat bawa saja aku kesusahan. Begitu sampai ke penerima ternyata isinya dacron, semacam kapas yang digunakan untuk membuat bantal. Lain waktu ada yang minta aku mengantarkan kucing yang akan beranak ke dokter hewan, bukannya mengirim paket itu, aku malah jadi dokter hewan sehari. Aku tidak tahu kalo kucing itu akan beranak, alhasil box ku harus kurelakan untuk menjadi kandang sementara sang kucing anak-anaknya.

Setiap hari aku selalu berdoa agar tidak mengirimkan barang yang aneh-aneh lagi. Tapi ternyata Tuhan belum mendengar doaku. Hari ini aku aku harus mengantar setumpuk paket pada sebuah alamat yang belum pernah kusinggahi. Dan hujan sudah mengguyur sejak pagi. Beruntung aku memiliki dua jas hujan. Satu yang berbentuk ponco kupakaikan pada paketan dalam box. Aku sendiri mengenakan setelan jas hujan kuning. 

Lelah juga mengendara dalam hujan. Meski tak deras, namun aku pun harus berhati-hati. Kubangan dimana-mana, mana tahu kalo ada yang lobang. Terperosok badan tak masalah asalkan bukan paket yang akan aku kirimkan. 

Akhirnya aku memilih berhenti sejenak di sebuah gardu siskamling. Rambut cepak ku basah sedikit ujungnya. Memakai jas hujan tak terlalu membantu. Mungkin sudah waktunya punya adik lagi. Hmm, tunggu nanti sajalah. Pandanganku beralih ke dinding pos yang berlubang-lubang. Tampak titik-titik kecil bergerak-gerak. Aku penasaran. Ternyata barisan semut sedang membawa makanan. Cuaca dingin tak menghalangi mereka, meski terantuk satu sama lain tetap berjalan dengan membawa beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya.

Aku menoleh sekali lagi melihat paket yang melambai-lambai. Semut saja tetap bertahan membawa beban yang lebih besar dari badannya, kenapa aku tidak bisa. Aku penyambung pesan dari orang lain, dengan fasilitas yang lebih dari para semut. Tapi aku masih belum juga bersyukur. 

Sejenak aku teringat, sebuah ayat yang dulu suka sekali dibacakan ibu sebelum tidur "Fa biayyi ala irobbikuma tukaddzibaan". Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan. 

Mungkin saat ini aku hanya mampu memakai motor butut, siapa tahu lain waktu aku akan bisa menikmati duduk di mobil yang empuk. Tentu jika aku bisa bersyukur. Menikmati apa yang aku milikii sekarang. Terima kasih semut. Telah mengingatkanku untuk kembali bersyukur. Gerimis pun telah reda. Sabarlah sobat aku akan segera mempertemukanmu dengan tuanmu.

Selasa, 09 Februari 2016

#ODOP #Februari #Membara6 Karya yang berjaya

Aku tersentak
Rupanya jam dinding tak berdetak
Diluar ayam jantan yang berkokok

Aku kesiangan
Ibu bilang, anak gadis tidak boleh bangun sembarangan
sebelum ayam berkokok, harus sudah bangun

Tapi apa daya
Semalam pekerjaanku menyita
Aku kejakan membabi buta
tapi masih saja ada yang tersisa

Ingin rasanya aku lari sejenak
Atau menikmati sajian yang enak 

Sekali lagi aku tak berdaya
akhirnya dia pula yang berjaya
aku pun tak bisa pura-pura
Tetap semangat dan berkarya

Karena karya membuat kita ada
karya membuat bisa berjaya
Semangatlah terus menghasilkan karya

Sabtu, 06 Februari 2016

#‎odop‬ ‪#‎februar i‬#membara5

Setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda. Namun sejatinya itu semua bisa terbentuk sejak usia dini. Dulu sekali dalam sebuah tulisanku ada tentang wawasan kebangsaan sebagai salah satu yang berperan dalam pembentukan karakter bangsa. Seorang pribadi menjadi mandiri, jujur, tertib dibentuk dari sejak dini. Tetapi sepertinya generasi saat ini berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Adik kecil saja sudah hapal pancasila. Kalo sekarang udah kelas 6 masih ngurutin dulu sila silanya. Itu hanya salah satu contoh. Masih banyak yang lain. Lainkali akan dibahas lebih lanjut. Sekarang intro nya dulu ya. Fiuh...

Jumat, 05 Februari 2016

‪#‎odop‬ ‪#‎februari‬ ‪#‎membara4‬ (tantangan1)

Tikus adalah musuh di dalam rumah. WHY? ada aja yang bakalan diincipi. Keren ya. Mulai dari lemari, baju, sendal yang terakhir tahu yang lagi antri masuk penggorengan. 

Padahal pintu dah ditutup masih aja kecolongan. Oalah pantesan akhir-akhir ini ada kucing yang hilir mudik. Lagi jemur ditemenin, lagi nyapu ditungguin rupanya si kucing nyari tambatan hati. Hari ini aku tidak menyangka kalo pertemuannya bakalan setragis itu. 

Ceritanya saya habis angkutin jemuran karena mendung sudah menggantung. Gruduk.gruduk. Pikirku mungkin om titus lagi razia. Lha kok ternyata dia ga sendiri. Om titus sedang bercengkrama dengan tante caty. Bruk..gedubrak. Benar saja plafon atas kamar diterjang mereka berdua. Hmm untung jantung masih nangkring. Rupanya om titus dan tante caty memilih bersua di rumahku. Hadeuh.

Kamis, 04 Februari 2016

#ODOP #Februari #Membara3 Golongan yang mendapat Syafaat Rasullullah

Setiap manusia memiliki keinginan yang sama, bahagia dunia dan akherat. Namun bagaimana cara agar bisa memperoleh keduanya. Terutama agar bisa mendapat pertolongan dai Rasullullah SAW saat nanti di Padang Mahsyar.

Rasulullah bersabda, Ada beberapa golongan orang yang akan mendapat syafaat di padang Mahsyar. Siapakah 3 golongan tersebut, yaitu:

1. Orang yang senang membahagiakan mereka yang sedang kesusahan

2. Orang yang senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah Rasul

3. Orang yang membiasakan membaca shalawat atas nabi.

Rasullulah menganjurkan kita untuk membahagiakan orang yang sedang sedih. Mereka yang hatinya sedih akan merasa terbantu, dengan perhatian ataupun pemberian kita. Jangan pernah berpikir bahwa bantuan itu berupa uang, namun perhatian kita ataupun kata-kata penghiburan menjadi sangat bermakna untuk mereka yang kesusahan.

Menjaga sunnah rasul seperti puasa senin kamis, membuat kita menjadi golongan orang yang mendapat syafaat rasul. Selain itu dengan puasa, dapat melatih kesabaran, melatih hawa nafsu dan juga menjaga kesehatan kita.

Shalawat atas nabi senantiasa kita dengungkan di setiap aktifitas kita. Tidak butuh waktu lama, saat berkendara, saat memasak, menemani anak bermain, maupun aktifitas lainnya. Tetap dapat kita lakukan sembari bersholawat.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat pertolongan Rasullullah SAW. Amin..

Semoga Bermanfaat.(Tulisan ini diperoleh dari ceramah di Radio Giri FM, Oleh Kyai H. Zubair R.)

Rabu, 03 Februari 2016

#ODOP #Februari# Membara2 TENTANG KARYA

Ijinkan aku berkarya dalam rupa dan warna
Biarkan aku tuangkan apa yang aku rasa
Mungkin aku tak bisa jadi sempurna
Mungkin aku tak pernah bisa selesaikan semua
Tapi aku tahu bisa menghasilkan karya

Bagimu aku hanya benalu
Diam dan seolah tak bermutu
Tapi ada yang harusnya kau tahu
Bahwa aku bisa hasilkan sesuatu

Aku mungkin terlihat leti
Seolah aku tak bernyali
Seakan aku tak punya mimpi
Namun aku pun punya rasa tuk berbagi

Meskipun aku tak berwajah sangar
Anggaplah aku jiwa yang tegar
Anggaplah aku seperti bunga yang mekar
Karena dalam jiwaku ada semangat yang membakar

Ijinkan kupamerkan karya 
Ijinkan kuperlihatkan semua
bahwa aku pun punya makna untuk mereka


Selasa, 02 Februari 2016

#ODOP #harikeempatbelas Episode Marita

Aku menemani Marita bermain bongkar pasang di teras. Mainan kertas murah meriah tapi cukup membuat dia senang. Jari-jarinya yang mungil memainkan orang-orangan kertas dengan penuh semangat. Dia belum lancar bicara, usianya baru 2 tahun. Tetapi Marita sudah pandai memahami lawan bicaranya. Seperti saat ini.

"Nda, maen gambal. Alo... alo ni..." katanya.
(Bunda, maen gambar. Taruh sini). Katanya sambil meletakkan mainan kertas di kasur. Bukan kasur betulan tetapi kasur dari kotak yang kulapisi tissue. Dibuat seolah menjadi seprei dan selimutnya.

"Nda, alan-alan. tas. tas" katanya lagi
(Bunda, jalan-jalan. tasnya).

Aku ikut menimpali setiap ia berkata. Menyenangkan saat kita bisa bermain dan ikut terlibat dalam dunianya.

Beberapa kali Marita menguap. Tampaknya dia mulai lelah. Namun dia masih ingin bermain. Kepalanya pun terantuk-antuk. Perlahan kuhampiri lalu ku ambil dan ku taruh mainannya. Benar saja Marita kemudian menenggelamkan kepalanya dalam pelukanku. Dasar anak kecil baru bisa tidur kalo sudah bener-bener capek. Bunda sayang dedek. Ku angkat si dedek dan ku bawa ke kamar. Kuletakkan perlahan dipembaringan. sebelum beranjak ku kecup keningnya.

"Bobok yang pinter sayang, biar cepat besar"

 (Bersambung...)

#ODOP #Februari#Membara1 Cinta Gila

Cinta...
Terdiri dari 5 huruf yang bermakna saat dirangkai menjadi 1 kata
Ialah C I N T A
Ia ada di hati setiap makhluk yang bernyawa
Dalam tumbuhan, hewan serta jiwa manusia
Sadarkah kita arti dari cinta?

Setiap orang memiliki penafsiran berbeda akan cinta
Membuat ia pun punya banyak makna
Manusia yang terlalu cinta pun bisa menjadi gila
Mencintai kekasihnya lebih dari Sang Pencipta bisa membuatnya hilang nyawa
Mencintai harta lebih dari Sang Maha Kaya, dia bisa masuk rumah sakit jiwa

Apalah arti dari CINTA jika bukan Mencintai Sang Pencipta
Apalah arti dari CINTA jika bukan untuk Sang Maha

Sadarilah... setiap kata yang terangkai adalah ungkapan jiwa
Pahamilah... setiap tindakan dari hidup kita adalah memiliki makna
Akuilah... bahwa kita bukan apa-apa dibanding Sang Maha
Akuilah bahwa kita hanya boleh mencinta untuk Dia...




#ODOP #Hariketigabelas Makanan yang baik untuk kesehatan

Ternyata ada beberapa makanan ataupun minuman yang di luar dugaan memiliki manfaat yang luar biasa. Makanan tersebut antara lain:

1. Kopi hitam
    Kopi ternyata baik untuk kesehatan tetapi cara mengkonsumsinya tanpa menggunakan gula ataupun campuran lain.

2. Kerang dan udang
    Makanan ini baik untuk kaum pria, terutama untuk vitalitas pria. Namun tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki penyakit kolesterol dan asam urat.

3. Pisang
    Buah pisang memiliki kandungan potassium yang tinggi. Baik bagi kaum pria yang ingin membentuk otot. Namun konsumsinya harus sebelum olahraga. Kebiasaan kita saat ini yaitu mengkonsumsi pisang sebagai pencuci mulut setelah makan.

4. Alpukat
    Buah Alpukat memiliki lemak baik untuk kesehatan.

5. Daging merah
    Bagi yang memiliki keinginan untuk membentuk otot disarankan untuk mengkonsumsi daging merah. Namun tentu saja harus yang tanpa lemak.

6. Coklat
    Makanan satu ini hampir disukai semua orang. Coklat memiliki manfaat untuk memberikan sensasi rileks. Bagi kaum pria coklat bermanfaat untuk vitalitas pria.

7. Susu dan Yogurt

Makanan di atas baik jika dikonsumsi secara tidak berlebihan. Tapi olah raga pun jangan sampai dilupakan. Karena mengkonsumsi makanan tanpa melakukan olahraga hasil yang diperoleh juga tidak maksimal.

Semoga bermanfaat.

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol