Selasa, 16 Februari 2016

#ODOP #Februari #Membara #Hutang hari kedelapan

 Akibat disepelekan orang lain.


“Ah bikin kayak gitu sich gampang” atau “Masak gitu aja gak bisa, emang bisanya apaan? ”
Setiap dari kita pasti pernah mendengar kata-kata itu ditujukan pada diri kita sendiri ataupun untuk orang lain. Ada rasa jengkel setiap kali mendengarnya. Kenapa bisa begitu?

Sudah kodratnya manusia tidak suka disepelekan. Manusia atau bahkan makhluk lainnya memiliki kecenderungan untuk dipuji. Saat manusia berhasil memperoleh pencapaian dalam hidupnya, dia akan merasa bangga apalagi jika mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain. Seperti juga binatang yang juga merasa senang saat bisa melakukan permintaan majikannya. Tak jarang makanan kesukaan ataupun gelitik diberikan sebagai bentuk penghargaan.

Namun bagaimana jika bukan sanjungan yang diterima, tetapi pernyataan menyepelekan. Apa yang akan kita lakukan?

Pertama, jelas kita akan merasa sedih. Sedih karena dianggap tidak mampu melakukan sesuatu hal yang bagi orang lain adalah hal yang mudah

Kedua, jika kita bisa berpikir jernih, maka pernyataan menyepelekan itu adalah lecutan semangat yang justru harus membuat kita lebih baik lagi 

Ketiga, mulai introspeksi tentang keadaan diri. Menimbang baik dan buruknya pernyataan itu. Jika yang disampaikan memang sebuah kritik pedas yang membangun, apa salahnya untuk diterapkan.
Tetapi jika itu hanya omongan orang iseng ga penting yang hanya ingin membuat kita jatuh, maka lupakan. Buang aja ke laut (ups) kembali ke point 2. Anggap itu sebagai lecutan semangat

Keempat, tunjukkan bahwa kita mampu melakukan yang terbaik. Maka kegiatan apapun yang kita lakukan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Empat poin penting (bagi saya) dapat dijadikan sebagai masukan saat kita menghadapi pendapat orang lain yang dimaksudkan untuk meruntuhkan semangat kita. Semoga setelah ini kita bisa berkarya lebih baik lagi. Jangan pernah menutup diri dari masukan atau kritikan orang lain, karena itu semua terjadi sebagai wujud perhatian yang diberikan mereka kepada kita. Jadikanlah sebagai lecutan untuk maju dan berkarya.

Berkarya untuk keabadian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol