Selasa, 09 Juni 2009

Sebuah Lorong di Kotaku (N. H. Dini)

 Sebuah novel yang bercerita tenang kehidupan dari sudut pandang seorang Dini kecil, yang dibesarkan bersama dengan saudara-saudaranya ketika perang kemudian berkecamuk. Bagi saya, novel ini adalah novel pertama yang saya baca yang menjadikan seorang gadis kecil sebagai tokoh utama. Awalnya saya tidak begitu paham jika ternyata gadis kecil itu adalah sang penulis saat ia masih kecil. Namun saat saya mengetahuinya, kekaguman saya pada beliau menjadi sangat besar. Tidak mudah menurut saya menyampaikan tulisan dari sudut pandang anak-anak sementara sang penulis sendiri telah bertahun-tahun melewati masa itu. Kecuali jika memang masa kecil itu sangat berkesan buat beliau. Hal ini yang menjadi nilai lebih buat saya, sebagai orang awam yang tidak begitu paham tentang kepenulisan. Karya ini yang kemudian membuat saya merasa saying untuk melupakan tentang masa kecil. Baik itu kesedihan, kesenangan, dan banyak hal sepele yang kemudian saat ini menjadi begitu sangat bermakna. 
 N. H. Dini menceritakan kisahnya dengan begitu lugu dan sederhana. Mudah dicerna dan seperti membawa saya pada saat-saat dimana kejujuran, kepolosan menjadi kiblat saya waktu itu. Mungkin memang berbeda dengan saat ini. Ketika terkadang tanpa kita sadari, kita telah melakukan kebohongan yang tidak hanya merugikan diri orang lain tetapi juga kita sendiri. Hal ini yang kemudian membuat saya teringat untuk bias lebih menghargai tingkah polah anak-anak yang berada di sekitar tempat tinggal saya. Betapa terkadang kejujuran dan kepolosan mereka membuat kita para orang dewasa merasa sakit hati. Tetapi itulah mereka. Sikap yang seharusnya kita tiru saat ini, dan bukannya menjadi saling sikut dan saling menyakiti demi ambisi masing-masing.

Senin, 08 Juni 2009

Agar-agar Lapis…. Hmmmm….Uenak

Untuk bisa jadi cewek yang disayang ma pacar kita… boleh dong sekali-kali manjain dia dengan buatin agar-agar special bikinan sendiri. Sebenarnya bahannya sama aja. Tapi yang beda adalah kita bikinnya pake bumbu saying dan perhatian. Jadi harapannya, si cowok akan mikir dua kali kalo mau mutusin kita.

Bahan-bahan yang kita butuhin adalah agar-agar 1 bungkus rasa coklat dan putih (Merknya apa aja terserah), roti tawar yang dipotong kecil-kecil, gula, air secukupnya, nutrijell rasa jeruk (kalo kurang asem bisa ditambah nutrisari jeruk). Terus peralatan yang kita butuhin: panci kecil, wadah buat agar-agar yang sudah masak (bisa Loyang, kotak makan, ataupun mangkok. Tapi lebih disarankan penggunaan Loyang biar lebih cantik tampilannya). Nah ini dia cara bikinnya….
Kalau kebingungan mesti ngapain baca aja petunjuk dikemasan agar-agar. Caranya sama kok… Cuma air yang digunakan sedikit dikurangi, tujuannya adalah untuk menghasilkan agar-agar yang sedikit lebih keras dan kaku. Jadi air direbus dan agar-agar coklatnya dimasukkan sekalian dan terus diaduk. Jangan berhenti ya ngaduknya. Takutnya ntar agar-agarnya menggumpal. Masukkan gula sesuai selera dan aduk terus sampai mendidih. Kalau udah, tuh agar-agar diangkat dan roti yang udah dipotong tadi dimasukkan kedalamnya, lalu aduk lagi. Sebenarnya kalo pengen lebih cantik, campuran adonan tadi bisa dimixer. Jadi rotinya bakalan hancur dan hasil agar-agarnya lebih terasa. Setelah dimixer, adonan dituang diatas loyang. Adonan ditunggu beberapa saat sampai mulai mengeras. Sekarang kita siapin lapisan atasnya.

Pelapis atas dibuat dari nutrijel yang dimasak dengan ditambahkan nutrisari. Pembuatannya juga mudah tinggal ikutin aja petunjuk dibalik kemasan. Setelah airnya mendidih dan nutrijel tercampur sempurna tuang diatas Loyang yang lain. Diamkan sampai benar-benar dingin. Setelah adonan mengental potong dadu kecil-kecil. Potongan nutrijel ini kemudian ditaburkan diatas adonan agar-agar coklat sesuai selera. Selanjutnya agar-agar putih dimasak. Penambahan ini dimaksudkan agar potongan nutrijel bias menyatu dengan sempurna. Ho… ho… agar-agar lapis pun jadilah….

Jumat, 05 Juni 2009

Toto Chan, Gadis kecil di Jendela

 Mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang karena keingintahuannya yang sangat besar ia justru dianggap aneh oleh para guru tempat ia belajar. Toto Chan, nama gadis cilik itu. Akhirnya karena keingintahuannya yang besar akan sesuatu yang kemudian membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Tapi ibu Toto Chan tak pernah menyerah dengan kondisi itu. Hal ini yang kemudian mengantarkan si kecil di sebuah sekolah yang sebelumnya belum pernah dia bayangkan.

 Pak Kobayashi, kepala sekolahnya mendesain sekolah itu bukan seperti sekolah yang kebanyakan. Bayangkan, jika bisaanya siswa terkurung dalam sebuah ruangan berbentuk segi empat dengan banyak aturan hal ini tidak berlaku di sekolah tersebut. Tempat yang digunakan untuk belajar adalah sebuah gerbong bekas kereta api. Benar-benar sebuah gerbong. Hal ini tentu saja tak pernah dibayangkan oleh siapapun. Begitu pula dengan si kecil Toto Chan. Saat ia menginjakkan kaki di sekolah tersebut, bermacam pertanyaan sudah menyeruak di benaknya dan saling berdesakan ingin keluar. Ia begitu menyukai Pak Kobayashi. Karena hanya beliau satu-satunya orang dewasa selain ibunya yang mau melayani setiap celoteh dan pertanyaannya. Hal ini yang membuat Toto Chan merasa betah di sekolah itu.

 Akhirnya telah diputuskan, Gadis kecil Toto akan melanjutkan sekolahnya di tempat tersebut. Baginya setiap pelajaran adalah saat yang paling dia tunggu. Di sekolah yang baru, tak ada aturan yang mengharuskan siswa hanya duduk diam. Mereka bebas berlarian di dalam ruangan. Bahkan setiap siswa berhak untuk memilih mata pelajaran apa yang pertama kali akan dia pelajari pada hari itu. Jadi setiap siswa akan merasa menerima pelajaran itu bukanlah beban tapi suatu hal yang menyenangkan. Siswa juga bebas bermain tanpa harus takut bajunya akan rusak, kotor dan sebagainya…. Karena saat bersekolah siswa diperbolehkan untuk mengenakan pakaian harian mereka, tak perlu bagus yang penting siswa bisa belajar dan bermain sepuasnya. Hmmmm…. Pastinya menyenangkan ya…?

 Bagi Toto Chan, saat yang paling menyenangkan adalah ketika tiba saat makan siang. Pada saat itu, setiap siswa diminta untuk membawa bekal sesuai yang diminta pada hari sebelumnya. Misalnya lauknya berasal dari laut, maka Toto chan dapat membawa apapun buatan ibunya yang berasal dari laut. Begitu pula ketika diminta untuk membawa lauk dari hasil pertanian, maka Toto chan dan teman-temannya dapat membawa bermacam-macam sayur hasil racikan ibu mereka. Satu hal yang paling penting adalah setiap siswa yang ada di sana akan mendapatkan pelajaran langsung dari sumbernya. Seperti saat mempelajari tentang pertanian, Toto chan dan kawan-kawannya belajar langsung dari petani yang kemudian dipanggil dengan sebutan suhu. Artinya, siapapun dia selama bisa memberikan ilmu dan pengalaman maka akan menjadi guru bagi mereka. Termasuk petani yang mengajarkan cara bercocok tanam pada Toto chan dan kawan-kawannya.

 Namun sayang, Toto chan dan teman-temannya tidak pernah menyelesaikan sekolahnya disana. Sekolah itu hancur… Tetapi apa yang sudah diajarkan di sana membekas dalam benak Toto dan yang lainnya. Kenangan yang membuat Toto chan mempersembahkan karya ini kepada Pak Kobayashi, kepala sekolahnya tercinta.

 Perjalanan Toto Chan yang diceritakan di kisah ini adalah pengalaman pribadinya saat ia kecil. Kisah yang kemudian membuatku ingin bisa seperti Pak Kobayashi yang bisa mengabdikan dirinya untuk anak-anak. Memang kisah yang saya tuturkan diatas hanya sepenggalan saja. Banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya. Sungguh tidak mungkin saya menceritakan semuanya kembali, karena saya yakin Toto chan dan kisahnya akan memberi makna yang berbeda-beda bagi siapa saja yang membacanya. Tanpa bermaksud menggurui tapi kisah ini memang member saya pandangan baru, bahwa sekolah bukan hanya tempat anak untuk belajar tapi juga bermain. Tempat yang akan membuat mereka selalu kembali dan bukan tempat yang menakutkan sehingga mereka akan takut untuk belajar.


Maem tempe? Kenapa tidak

Tanggal tua ga ada pilihan. Kayaknya tempe lagi tempe lagi. Makan tempe goreng tiap hari…. Lama-lama bosen juga khan. Padahal tempe itu kandungan proteinnya tinggi banget loh… Sayang kan kalo protein dari makanan satu ini bakalan terbuang gara-gara kita bosen buat ngonsumsi. Nah ini nich kayaknya cocok juga buat temen-temen yang pengen tetep bisa makan tempe tapi dengan tampilan yang lain. Kalo Nugget bisaanya dari ayam atawa daging, kita bisa bikin nugget tapi dengan bahan tempe. Hmmm….penasaran ga… Ini nich caranya:

Nugget Tempe

Bahan-bahan
1. Tempe 500 gr
2. Bawang putih 6 siung
3. Garam 50 gr 
4. Penyedap secukupnya
5. Lada secukupnya
6. Telur 4 butir 
7. Minyak goreng
8. Tepung panir/tepung roti 300gr
9. Tepung Terigu 100 gr
Alat-alat :
1. Pisau 
2. Nampan
3. Blender
4. Loyang
5. Dandang
6. Pengaduk/ sendok
7. Baskom
8. Talenan
9. Pencetak (cetakan nugget)
10. Alat penggorengan 
11. Kompor
12. Cobek

Prosedur kerja
1. Tempe dikukus selama kurang lebih 20 menit. Untuk menghilangkan bau tempe
2. Adonan 1: bumbu-bumbu (campuran bawang merah, bawang putih), garam, penyedap, lada, telur, 
3. Adonan 2 : tempe dihaluskan ditambahkan tepung terigu
4. Adonan 1 dan 2 dicampur hingga kalis
5. Dimasukkan loyang, dikukus 30 menit, didinginkan dan dipotong

• Tahap penggorengan :
Adonan yang sudah dipotong dicelupkan dalam telur, selanjutnya dilumuri tepung roti/panir. Bila ingin dikonsumsi bentuk ini langsung dapat digoreng. Tetapi bila ingin disimpan dapat dibekukan dalam freezer.

 Ho..ho… Nugget tempe ini bukan kreasi aku sendiri tapi aku dapet waktu ikut kumpul-kumpul ma temen-temen fakultas. Bisaa cewek-cewek yang pada pengen kreatif buat nyiasatin uang bulanan sekalian menampilkan wajah baru dari tempe itu sendiri. Eh tapi jangan salah kalo temen-temen ga mau buat yang dari bahan tempe bisa juga bahan lainnya seperti jamur. Caranya sama kok. Gampang kan….
Selamat mencoba…..




Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol