Sebuah novel yang bercerita tenang kehidupan dari sudut pandang seorang Dini kecil, yang dibesarkan bersama dengan saudara-saudaranya ketika perang kemudian berkecamuk. Bagi saya, novel ini adalah novel pertama yang saya baca yang menjadikan seorang gadis kecil sebagai tokoh utama. Awalnya saya tidak begitu paham jika ternyata gadis kecil itu adalah sang penulis saat ia masih kecil. Namun saat saya mengetahuinya, kekaguman saya pada beliau menjadi sangat besar. Tidak mudah menurut saya menyampaikan tulisan dari sudut pandang anak-anak sementara sang penulis sendiri telah bertahun-tahun melewati masa itu. Kecuali jika memang masa kecil itu sangat berkesan buat beliau. Hal ini yang menjadi nilai lebih buat saya, sebagai orang awam yang tidak begitu paham tentang kepenulisan. Karya ini yang kemudian membuat saya merasa saying untuk melupakan tentang masa kecil. Baik itu kesedihan, kesenangan, dan banyak hal sepele yang kemudian saat ini menjadi begitu sangat bermakna.
N. H. Dini menceritakan kisahnya dengan begitu lugu dan sederhana. Mudah dicerna dan seperti membawa saya pada saat-saat dimana kejujuran, kepolosan menjadi kiblat saya waktu itu. Mungkin memang berbeda dengan saat ini. Ketika terkadang tanpa kita sadari, kita telah melakukan kebohongan yang tidak hanya merugikan diri orang lain tetapi juga kita sendiri. Hal ini yang kemudian membuat saya teringat untuk bias lebih menghargai tingkah polah anak-anak yang berada di sekitar tempat tinggal saya. Betapa terkadang kejujuran dan kepolosan mereka membuat kita para orang dewasa merasa sakit hati. Tetapi itulah mereka. Sikap yang seharusnya kita tiru saat ini, dan bukannya menjadi saling sikut dan saling menyakiti demi ambisi masing-masing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar