Rabu, 30 Maret 2016

Episode Areta & Marita




 Lambaian tangan di udara



             
Melihat pesawat terbang selalu menjadi hal yang ditunggu anak-anakku. Entah dari mana awalnya setiap kali mendengar deru mesinnya memecah langit keduanya langsung mendongakkan kepala dan refleks tangannya melambai. Aku tertawa melihat ulah mereka, begitu pula dengan suamiku.

Aku masih ingat dulu saat aku kecil tiap melihat palang pintu kereta diturunkan, aku bersiap di deretan paling depan. Menunggu moncong lokomotif datang dan bersiap melambaikan tangan. Tampaknya mereka melakukan apa yang dulu aku lakukan. Aku sendiri lupa apakah pernah menceritakan kisah itu pada mereka. Hingga tiap kali melihat pesawat mereka berulah demikian.

Itulah indahnya masa anak-anaknya. Areta memang baru kelas dua SD. Namun dia sangat menyayangi adiknya. Adapun Marita belum paham akan arti persaudaraan. Dia sering sekali mengganggu kakaknya. Namun au maklum, dia masih terlalu kecil. Hanya pemahaman tentang saudara memang harus ditanamkan sejak dini.

Bagiku yang terpenting adalah membiarkan mereka tumbuh sesuai usianya. Kelakuannya saat melihat pesawat bagiku adalah keluguan yang tidak dibuat-buat. Sampai kadang kami menyempatkan waktu mampir di dekat tanah lapang tak jauh dari bandara, hanya untuk memberi kesempatan pada mereka menikmati moment naik dan turunnya pesawat. 

Aku selalu berdoa semoga mereka akan tumbuh menjadi orang yang jujur, sholihah, teguh pendirian serta peka terhadap sesama. Amin

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol