Lambaian tangan di udara
Melihat pesawat terbang
selalu menjadi hal yang ditunggu anak-anakku. Entah dari mana awalnya setiap
kali mendengar deru mesinnya memecah langit keduanya langsung mendongakkan
kepala dan refleks tangannya melambai. Aku tertawa melihat ulah mereka, begitu
pula dengan suamiku.
Aku masih ingat dulu saat
aku kecil tiap melihat palang pintu kereta diturunkan, aku bersiap di deretan
paling depan. Menunggu moncong lokomotif datang dan bersiap melambaikan tangan.
Tampaknya mereka melakukan apa yang dulu aku lakukan. Aku sendiri lupa apakah
pernah menceritakan kisah itu pada mereka. Hingga tiap kali melihat pesawat
mereka berulah demikian.
Itulah indahnya masa
anak-anaknya. Areta memang baru kelas dua SD. Namun dia sangat menyayangi
adiknya. Adapun Marita belum paham akan arti persaudaraan. Dia sering sekali
mengganggu kakaknya. Namun au maklum, dia masih terlalu kecil. Hanya pemahaman
tentang saudara memang harus ditanamkan sejak dini.
Bagiku yang terpenting
adalah membiarkan mereka tumbuh sesuai usianya. Kelakuannya saat melihat
pesawat bagiku adalah keluguan yang tidak dibuat-buat. Sampai kadang kami
menyempatkan waktu mampir di dekat tanah lapang tak jauh dari bandara, hanya
untuk memberi kesempatan pada mereka menikmati moment naik dan turunnya pesawat.
Aku selalu berdoa semoga
mereka akan tumbuh menjadi orang yang jujur, sholihah, teguh pendirian serta
peka terhadap sesama. Amin
#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari


Tidak ada komentar:
Posting Komentar