Rabu, 16 Maret 2016

#ODOP Misi Rahasia untuk Areta (2)


(Lanjutan dari kisah sebelumnya, saat Bunda menyewa seseorang untuk mengamati Areta di sekolah. Inilah jawaban siapa yang selama ini membuntuti Areta. Simak terus ya)


“Wah si Bos ngasih kerjaan ga umum. Masak sich, aku harus ngikutin anak kecil terus. Kayak ga ada kerjaan aja. Fiuh.” Audrey menutup teleponnya, begitu terdengar perintah dari seberang.
©©©©©©©©©
Awal pertemuan dengan Agen D

Tak ada yang pernah menyangka bahwa agen D atau Audrey atau Drey adalah seorang agen rahasia. Umurnya baru 15 tahun. Gayanya yang ceplas ceplos saat sedang tak bertugas menjadi modal yang kuat dalam penyamarannya. Di sekolah, dia termasuk anak berprestasi. Bahkan pernah, dia menjuarai sebuah lomba esai yang syaratnya pun ada yang belum terpenuhi. Namun karena kecerdasannya ia malah berhasil menyabet juara pertama.
Aku pun secara tak sengaja bertemu dengannya. Waktu itu aku berdua dengan anakku pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. Namanya juga ibu-ibu rempong, salah satu tas belanjaanku ada yang tertinggal. Karena panic, aku pun anya berputar-putar di tempat terakhir aku berbelanja. Areta sudah berniat membantu untuk mencari, sementara Marita menatapku dengan wajah bingungnya. Sebenarnya aku sudah berpikir untuk menelusuri rute yang tadi kami lewati. Namun karena terlalu banyak belanjaan dan saat itu aku pun sedang menunggu suami ku menjemput. Aku tak berani melakukannya.
Lalu tiba-tiba ada seorang memakai topi pink dan dikepang 2 menghampiriku. Sepertinya dia telah lama mengamati tingkahku. Dan benar saja.
“Ibu sedang mencari apa? Ada yang bisa bantu?” tanyanya dengan sopan.
“Ini, tadi ibu habis berbelanja, lalu salah satu kantongnya ada yang terlupa. Mau mencari tapi takut nanti ayahnya kebingungan. Sebentar lagi sudah mau menjemput.”
“Kalau boleh tau belanjaan yang mana yang ketinggalan?”
“Waduh, saya lupa. Hanya saja, harusnya ada 6 kantong tapi ini cuma tersisa 5 kantong. Berarti ada satu yang tertinggal.” Kataku menjelaskan.
Dia mulai menggigiti bibir bawahnya. Seolah sedang berpikir keras. Lalu tatapannya mengamati kantong-kantong belanjaanku satu persatu.
“Ibu tadi belanja apa saja?”
Beruntung aku selalu mencatat setiap belanjaan yang akan aku beli. Kemudian dia mengambil bolpoinnya yang lucunya juga berwarna pink senada dengan pakaian yang sedang dia kenakan. Dia pun mulai mengelompokkan belanjaanku, sambil sesekali pandangannya berkeliling menyapu sekitar. Lalu dia pun mulai mengamati belanjaan ku satu persatu.
“Ehm, sepertinya ibu ndak ketinggalan dech. Ini ada 1 kantung yang  berbeda. Tampaknya ini adalah kantong ke 6 yang kata ibu tertinggal atau hilang.” Katanya sambil mengeluarkan 1 kantong berwarna putih yang berisi perlengkapan mandi Marita.
“Lho kok bisa disitu?” Kataku dengan wajah penuh tanya.
“Mungkin ibu lupa setelah berbelanja tadi, karena terlalu rempong dengan bawaan lalu memasukkan ke dalam kantong yang lebih besar. ”
“Ah, saya ingat. Tadi kantong itu dibawa Areta. Lalu karena saya takut nanti malah tertinggal maka saya jadikan satu dengan kantong yang lain. Makasih  ya Dek, sudah membantu saya. Namanya siapa?”
“Saya D, ini kartu nama saya.” Katanya sambil menyodorkan kartu nama yang lagi-lagi berwarna pink.
Disitu tertera sebuah nama Audrey atau Agen D. sebuah tulisan kecil tertera dibawahnya. Intelejen berbaju PowerRanger. Aku tersenyum kecil, sambil memasukkan kartu nama itu ke dalam dompetku.
Agen D, mungkin suatu saat nanti kita akan bisa bekerja sama.

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol