Miss Jeruk dan aku
Maaf mbak Intan, tulisannya sudah jadi saat itu juga. Karena
belum ada jaringan baru sekarang bisa meluncur… Semoga berkenan.
Benar memang saat ada yang bilang, saudara itu bisa siapa
saja. Bahkan orang yang baru beberapa waktu saling kenal. ODOP memberi jalan
bagi kami yang memiliki mimpi yang sama untuk menjadi lebih baik (dalam bidang
kepenulisan). Saling memberi masukan dan berusaha menghasilkan karya terbaik
bagi kami maupun bagi para pembaca.
Berkat tantangan bulan Maret, Bang Syaiha “memaksa” kami
untuk lebih bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Tantangan bulan ini membuat tulisan menggunakan clue yang sudah dipersiapkan,
yaitu burung, presiden, kopi, dan flashdisk.
Mata pun akhirnya melayangkan pandangan pada karya nona
Jeruk alias Miss Intan pada halaman blognya http:// intanrainy.wordpress.com. Tentang
percakapan pak presiden dan bawahannya. Ceritanya menggelitik, sederhana namun
tak disangka jika yang dimaksud adalah tentang flasdisk yang dipatok merpati.
Pikiranku mungkin tidak seunik idenya, namun kejahilanku
sebagai pembaca sekali lagi mengajak jemari tanganku untuk menyampaikan apa
yang mengusikku. Aku masih teringat beberapa waktu lalu saat ada karya mbak Dwi
Andayani yang juga dibedah dalam kuliah ODOP. Gunakan kata yang bervariasi agar
tidak terjadi pengulangan kata yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pembacanya
Itu pula yang menjadi bekalku, untuk mengusik mbak Intan.
Bersyukur saranku pun diterima dengan hati lapang.
ODOP memberi kesempatan bagi kita untuk bertukar pikiran,
memberi masukan dan menambah rasa persaudaraan. Seperti yang saat ini tengah
hangat-hangatnya dibicarakan, Mbak Ana dan Kang Sae. Ups, keceplosan. Tak
apalah, sedikit bumbu dalam dunia per-ODOP-an….
#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (Hutang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar