Senin, 07 Maret 2016

Miss Jeruk dan aku



Miss Jeruk dan aku


Maaf mbak Intan, tulisannya sudah jadi saat itu juga. Karena belum ada jaringan baru sekarang bisa meluncur… Semoga berkenan.

Benar memang saat ada yang bilang, saudara itu bisa siapa saja. Bahkan orang yang baru beberapa waktu saling kenal. ODOP memberi jalan bagi kami yang memiliki mimpi yang sama untuk menjadi lebih baik (dalam bidang kepenulisan). Saling memberi masukan dan berusaha menghasilkan karya terbaik bagi kami maupun bagi para pembaca.

Berkat tantangan bulan Maret, Bang Syaiha “memaksa” kami untuk lebih bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Tantangan bulan ini membuat tulisan menggunakan clue yang sudah dipersiapkan, yaitu burung, presiden, kopi, dan flashdisk. 

Mata pun akhirnya melayangkan pandangan pada karya nona Jeruk alias Miss Intan pada halaman blognya http:// intanrainy.wordpress.com. Tentang percakapan pak presiden dan bawahannya. Ceritanya menggelitik, sederhana namun tak disangka jika yang dimaksud adalah tentang flasdisk yang dipatok merpati.

Pikiranku mungkin tidak seunik idenya, namun kejahilanku sebagai pembaca sekali lagi mengajak jemari tanganku untuk menyampaikan apa yang mengusikku. Aku masih teringat beberapa waktu lalu saat ada karya mbak Dwi Andayani yang juga dibedah dalam kuliah ODOP. Gunakan kata yang bervariasi agar tidak terjadi pengulangan kata yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pembacanya Itu pula yang menjadi bekalku, untuk mengusik mbak Intan.

Bersyukur saranku pun diterima dengan hati lapang. 

ODOP memberi kesempatan bagi kita untuk bertukar pikiran, memberi masukan dan menambah rasa persaudaraan. Seperti yang saat ini tengah hangat-hangatnya dibicarakan, Mbak Ana dan Kang Sae. Ups, keceplosan. Tak apalah, sedikit bumbu dalam dunia per-ODOP-an….

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari (Hutang)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol