Rabu, 30 Maret 2016

Aku dan Lepi

Aku dan Lepi

Hari ini untuk kesekian harinya, aku menatap layar laptop di depanku. Bukan, bukan milikku. Tapi milik temanku yang telah berbaik hati mau meminjamkan laptop miliknya untukku. Tentu saja untuk mengerjakan tugas kelompok yang sudah seminggu ini membuatku harus mondar-mandir ke kosan Rani.

Aku memang lelah dan jengkel jika karena tak punya laptop tugas editor diserahkan padaku. Menjadi seorang editor bukan perkara mudah. Apalagi jika harus menyatukan 5 artikel dari 5 orang yang berbeda. Belum lagi saat disatukan hampir tak berhubungan satu dengan lainnya. Aku sendiri heran, padahal mereka sudah memiliki laptop tapi tidak menggunakan fasilitas itu dengan sebaiknya. 

Apa susahnya mencari bahan lalu mencopy sana sini. Ambil bahan ini, bahan itu. Lalu dikumpulkan padaku. Seandainya aku memilikii laptoplu sendiri, aku akan berusaha sebaik mungkin agar bisa menghasilkan artikel yang bagus dan mendapat nilai yang memuaskan. Tapi rejeki belum berpihak padaku.

Aku masih menatap layar itu. Entah apa yang aku pikirkan. Tapi beberapa jendela word yang terbuka tak satupun berhasil nyangkut dikepalaku. Teman-teman memang sedikit keterlaluan. Tapi ini adalah resiko karena aku masih belum memiliki keberuntungan bersama lepi, julukanku untuk laptop yang beberapa waktu ini mengakrabiku.

Aku malah membuka jendela baru dan mulai mengetikkan beberapa kata. Semuanya mengalir begitu saja. Tentang kuliah, keluarga, juga tentang kerisauanku beberapa waktu ini. Aku

#BerkaryaUntukKeabadian #OneDayOnePost #MenulisSetiapHari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
rame, suka ngobrol