Setiap kita memiliki kesempatan untuk memuat pilihan, ingin menjadi apa kita nanti. Ada yang menjadi dokter, polisi, pegawai, guru, dan banyak profesi lain yang tidak saya sebutkan. Namun apakah menjadi seorang ibu rumah tangga juga bisa disebut sebagai profesi?
Tak sedikit dari kita yang membuat pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga. Mengasuh anak, membesarkan, mengurus rumah dan tetek bengek lainnya. terlihat sepele memang. Tapi apakah semudah itu pekerjaan seorang ibu?
Saat pagi, ketika semua penghuni rumah belum bangun ibu sudah memulai aktifitas. Menanak nasi saat air kran masih dingin, tapi dia tetap melakukan. Demi agar semua anggota keluarga bisa menikmati sarapan. Membuat sayur, memasak lauk. Satu demi satu pekerjaan sudah terselesaikan. Lalu, apa ibu akan istirahat? Hendak santai si kecil bangun minta ditemenin. Itu jika buah hati masih kecil. Akhirnya pekerjaan ditinggalkan. Tak lama berselang, ibu merebus air untuk mandi si kecil. Kemudian menemani ayah sarapan, yang juga telah bersiap. Untunglah ayah maklum saat ditinggal-tinggal ibu ketika di meja makan. Si kecil ingin bermain.Akhirnya ayah pun berangkat kerja. Si kecil masih bermain.
Ibu ingin mencuci baju, tapi si kecil tak mau ditinggal. Daripada meninggalkan sendirian, ibu memilih menggendong sambil mencuci. Beruntung ayah mempunyai rejeki, sehingga ibu bisa mencuci dengan mesin cuci. Si kecil bosan dalam gendongan. Dia menangis minta turun. Akhirnya cucian yang tinggal jemur masih setia dalam mesin cuci. Lagi-lagi si kecil minta bermain.
Ibu hanya menghela napas melihat sekeliling rumah. Si kecil masih sangat bersemangat. Sementara cucian menunggu untuk dijemur. Lantai pun mengantri ingin di sapu. Tapi bunda masih menemani si kecil.
Menjelang siang, ibu mulai lelah. Si kecil pun menguao beberapa kali. Kesempatan buat ibu mengajak si kecil ke kamar. Ditidurkannya dengan sayang. Tak lama si kecil pun tertidur. Apa ibu juga ikut menemani?
Ibu memilih turun dari pembaringan dengan perlahan. Membuka mesin cuci dan mulai menjemur baju satu persatu, baju kerja ayah, si kecil, dan beberapa baju ibu. Akhirnya lantai pun mendapat giliran. Mainan dibereskan, lantai dibersihkan. Rumah pun terlihat lebih bersahabat. Apa ibu bisa istirahat?
Ibu mulai memasak. Untuk ayah saat pulang kerja Hendak mengambil piring, si kecil terbangun kehausan. Ibu ke kamar dan membuat susu. Bukannya tidur, si kecil ingin ikut ibu. Akhirnya ibu makan sambil menggendong si kecil.
Hari menjelang sore. Teras juga harus disapu. Si kecil tak jua mau turun dari gendongan. Memilih memeluk ibu sambil bermanja-manja. Ibu menyiram bunya, menyapu teras sambil menggendong. Waktunya mandi sore, ibu merebus air. Si kecil pun terlihat senang. Bermain air bersama ibu.
Sepeda motor ayah memasuki halaman. Ibu dan si kecil menyambut dengan senyuman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar